Pertumbuhan
dan Perkembangan Fisik Anak
Usia 4 Tahun
Disusun
oleh : kelompok 2
Afdal (A1D414084)
Imam
(A1D414085)
Hery (A1D414086)
David
(A1D414087)
Dian (A1D414088)
ILMU
KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS JAMBI
2015
UNIVERSITAS JAMBI
2015
Bab
I
Pendahuluan
A. Latar
Belakang
Anak (jamak: anak-anak) adalah seorang lelaki atau perempuan yang
belum dewasa atau
belum mengalami masa pubertas. Anak juga merupakan keturunan kedua, di mana kata "anak"
merujuk pada lawan dari orang tua, orang dewasa adalah
anak dari orang tua mereka, meskipun mereka telah dewasa.
Menurut psikologi, anak adalah periode pekembangan
yang merentang dari masa bayi hingga usia lima atau enam tahun, periode ini
biasanya disebut dengan periode prasekolah, kemudian berkembang setara dengan
tahun tahun sekolah dasar.
Tahap-tahap perkembangan balita dapat didefinisikan sebagai
tahap perkembangan fisik dan mental balita dalam berhubungan dengan
lembaga-lembaga sosial, adat istiadat, dan hukum yang membentuk masyarakat.
Makna lain dari tahapan perkembangan balita adalah periode anak usia dini dari
lahir sampai usia delapan tahun, namun di Amerika Serikat perkembangan balita
dianggap hanya sampai di usia 5 tahun. Karena selepas usia 5 tahun anak akan
memasuki lingkungan sekolah yang lebih formal.
B. Rumusan
Masalah
Berdasarkan
latar belakang diatas, rumusan masalah dalam makalah ini :
a.
Bagaimana
fisiknya ?
b.
Bagaimana motorik
kasar dan motorik halusnya ?
c.
Bagaimana
bahasanya ?
d.
Bagaimana
sosialiasasinya ?
e.
Bagaimana kognitifnya
?
C. Tujuan pembahasan
Tujuan
makalah ini untuk membahas dan mengetahui pertumbuhan dan perkembangan fisik
anak usia 4 tahun.
D. Manfaat
Untuk
dijadikan pra-syarat tugas mata kuliah Pertumbuhan dan Perkembangan fisik anak,
sekaligus mengetahui pertumbuhan dan perkembangan fisik anak usia 4 tahun.
Sehingga dapat menambah wawasan dan pemahaman lebih lanjut tentang anak diusia
4 tahun.
Bab II
Pembahasan
A.
Perkembangan fisik anak pada usia 4 tahun
Perkembangan fisik anak
usia 4 tahun ditandai dengan kepala mulai membesar, ketajaman penggunaan panca
indra meningkat, kebutuhan energi meningkat menjadi 1700 kalori perhari.
Pada usia 4 tahun anak-anak masih suka jenis gerakan sederhana seperti
berjingkrak-jingkrak, melompat, dan berlari kesana kemari, hanya demi kegiatan
itu sendiri tapi mereka sudah berani mengambil resiko. Walaupun mereka sudah
dapat memanjat tangga dengan satu kaki pada setiap tiang anak tangga untuk
beberapa lama, mereka baru saja mulai dapat turun dengan cara yang sama.
B. Motorik kasar dan Motorik halus pada anak
usia 4 tahun
Perkembangan motorik kasar 4 tahun adalah anak diharapkan dapat berjalan
pada garis lurus ke depan atau ke belakang.
a. Berjalan di atas papan keseimbangan
b. Dapat melompat sambil berlari
c. Melompat di tempat dengan 1 kaki
d. Melompat ke depan 10 kali tanpa terjatuh
e. Mampu berlari, menikung dan berhenti secara
efektif/terkontrol.
Stimulasi motorik kasar. Ajak anak berjalan lurus menyusuri satu
baris ubin dan kakinya tidak keluar dari kotak-kotak ubin tersebut. Minta anak
berjalan lurus ke depan atau ke belakang (mundur).
Selanjutnya, buatlah “papan” keseimbangan
dari batu bata yang disusun berjajar memanjang, lalu minta anak berjalan di
atasnya. Saat berjalan di trotoar pun, Anda dapat meminta si kecil berjalan
meniti di pinggir trotoar.
Ajak anak mengangkat satu kakinya, biarkan ia
berpegangan pada Anda atau dinding. Sambil bernyanyi, ajak ia melompat-lompat
dengan satu kakinya. Kemudian, secara perlahan ajak ia bergerak ke suatu
tempat. Bila anak terlihat mulai berani dan dapat menjaga keseimbangannya,
cobalah melepas tangannya agar ia tak berpegangan lagi.
Gambarlah beberapa lingkaran besar di lantai.
Minta anak melompat menuju lingkaran tersebut. Ingatkan agar setelah melompat
dan mencapai lingkaran, ia harus segera berdiri tegak. Lakukan kegiatan ini
sambil diiringi lagu agar tercipta suasana gembira untuk memberi semangat.
PERKEMBANGAN
MOTORIK HALUS ANAK USIA 4 TAHUN
a. Menggunting mengikuti garis lurus dan melengkung ataupun zigzag
b. Menempel stiker di tempat yang diminta
c. Mengoordinasikan jari-jari tangan dan mata
d. Menggambar,
melukis
e. Membuat
bentuk segi empat
f. Menulis huruf kapital.
STIMULASI MOTORIK HALUS ANAK USIA 4 TAHUN
a. Bermain menggunting dan menempel (termasuk menempel stiker).
b. Menempatkan kepingan pasel pada tempatnya (umumnya pasel
sederhana bentuk geometris).
c. Mencocokkan gambar, menarik garis dan mengopi bentuk.
d. Bermain finger print
(menggambar/melukis dengan jari-jemari).
e. Bermain lilin.
C.
Bahasa pada anak usia
4 tahun
Anak usia 4 tahun sudah mulai mahir dalam hal bahasa. Mereka
sudah bisa mengucapkan preposisi, posesif konsisten, membentuk kalimat dengan
struktur rumit, mulai mneggunakan keterangan waktu dalam kalimatnya, paham
intonasi kalimat sesuai konteksnya, dan sudah dapat menyanyikan lagu dengan
syair yang singkat. Membaca dan menulis merupakan bagian dari belajar bahasa.
Untuk bisa membaca dan menulis, anak perlu mengenal beberapa kata dan beranjak
memahami kalimat. Dengan membaca anak juga semakin banyak menambah kosakata.
Anak dapat belajar bahasa melalaui membaca buku cerita dengan nyaring. Hal ini
dilakukan untuk mengajarkan anak tentang bunyi bahasa.
D. Sosialisasi anak usia 4 tahun
Perkembangan sosial anak usia 4 tahun ditandai dengan: senang bermain
ke luar rumah, perasaan yang berubah-ubah, sudah mulai berteman, bisa
bekerjasama dan berpartisipasi dalam kelompok, sudah bisa menelpon, dan mulai
mengenal sahabat.
E. Kognitif
pada anak usia 4 tahun
Perkembangan kognitif pada anak usia 4 tahun dapat ditandai
dengan kemampuan untuk mengenali kata-kata dan suara yang serupa, sudah bisa
berhitung minimal sampai 20, memahami konsep ukuran, dapat memahami urutan
kejadian sehari-hari, dan sudah dapat menyusun puzzle.
Bab III
Penutupan
A. kesimpulan
Ada banyak yang harus kita ketahui tentang pertumbuhan
dan perkembangan fisik anak , dari bahasan yang telah ada kita dapat memahami dan melihat
bagaimana perkembangan fisik, bahasa, sosial, kognitifnya, motorik kasar dan motorik halus pada anak usia 4
tahun.
Dalam pertumbuhan dan perkembangan fisik anak, peranan orang tua sangat penting, selain didukung dengan lingkungan yang baik dan sekolahnya.
Dalam pertumbuhan dan perkembangan fisik anak, peranan orang tua sangat penting, selain didukung dengan lingkungan yang baik dan sekolahnya.
